12 Januari 2012
Aku enggak suka malam ini. Cahaya itu menghilang. Hanya tersisa cahaya kecil disekelilingnya. Tapi kemana cahaya yang lembut itu?? Sesekali dia menampakan dirinya, dan tak lama hilang lagi. Apakah cahaya itu mempermainkanku? Ah gak mungkin..!! Aku tahu betul dengan cahaya itu. Mungkin malam ini dia lagi merenung (red:galau) dan tidak ingin menampakkan sinarnya. Malam ini aku hanya berharap ia akan kembali seperti biasa.
Nihil, nihil, dan nihil. Malam selanjutnya pun sama seperti malam kemarin. Langit begitu gelap. Apa yang sebenarnya terjadi padamu?? Apa kamu akan pergi selamanya dengan sinar itu?? Dan bagaimana dengan ‘makhluk’ disekelilingmu yang sangat menyayangimu?? Akhirnya sinar itu menampakkan dirinya walau hanya separuh saja. Ia berusaha dan terus berusaha untuk menampakkan sinarnya. Kala itu bintang-bintang pun terus memberikan dorongan agar ia bisa bersinar, karena memang ‘makhluk’ disekelilingnya itu sangat merindukan cahaya itu termasuk aku.
Aku tahu ia ingin sekali bersinar dengan sepenuhnya. Dia ingin memberikan cahaya terbaik untuk yang dia sayangi. Namun, keinginan itu selalu saja terhalang, entah oleh sekelilingnya ataupun dari ia sendiri yang memang sulit tuk memberikan cahaya itu. Mungkin ia juga butuh proses tuk benar-benar bersinar seutuhnya.
Aku salut dengan usaha dan kerja kerasnya. Mungkin malam itu kamu hanya bisa menampakkan separuhnya. Aku yakin suatu saat nanti separuh bulan yang tak tampak malam itu akan bersinar dan memberikan sinar yang paling terang untuk ‘makhluk’ disekelilingnya.... Semoga kamu bisa, Bulan . .
Bersambung....



