Selamat Berkelana di Zona Kegalauan :D
Minggu, 12 September 2010
Inspirasi: Kasih Ibu
Inspirasi: Kasih Ibu: "Di suatu tempat ada sebuah tradisi dimana setiap orang yang sudah tua akan di buang ke hutan oleh anak maupun saudaranya. Tradisi ini mungki..."
Kasih Ibu
Di suatu tempat ada sebuah tradisi dimana setiap orang yang sudah tua akan di buang ke hutan oleh anak maupun saudaranya. Tradisi ini mungkin sudah menjadi baku bagi daerah tersebut meskipun membuang orang yang sudah tua itu tidak baik.
Pada suatu hari ada seorang anak yang akan membuang ibunya ke hutan. Anak ini berjalan hingga puluhan kilometer dengan menggendong ibunya. Disepanjang perjalanan, si ibu selalu menjatuhkan ranting yang ia bawa. Anaknya merasa aneh dengan sikap ibunya ini, tapi dia tidak pernah menghiraukannya.
Sesampainya di hutan, anak ini bergegas meninggalkan ibunya tanpa rasa sedih sedikit pun. Baru berapa langkah anak ini pergi dari ibunya, si ibu memanggil anaknya dan berkata, “anakku!! Ikutilah ranting-ranting yang ibu buang tadi disepanjang jalan agar kamu tidak tersesat . . hati-hati di jalan nak!! Ibu sayang kamu . .” Tiba-tiba suasana menjadi begitu hening. Sejenak anak ini terdiam. Mata anak ini berlinang karena terenyuh sekali dengan apa yang dikatakan ibunya. Tak lama, anak ini bersujud minta maaf dan dia membatalkan niat untuk membuang ibunya. Tangis haru menyelimuti hutan tersebut dan si anak membawa ibunya pulang kembali.
Sesungguhnya “Sejahat-jahatnya anak, ibunya tidak akan membiarkan anaknya menderita”
Pada suatu hari ada seorang anak yang akan membuang ibunya ke hutan. Anak ini berjalan hingga puluhan kilometer dengan menggendong ibunya. Disepanjang perjalanan, si ibu selalu menjatuhkan ranting yang ia bawa. Anaknya merasa aneh dengan sikap ibunya ini, tapi dia tidak pernah menghiraukannya.
Sesampainya di hutan, anak ini bergegas meninggalkan ibunya tanpa rasa sedih sedikit pun. Baru berapa langkah anak ini pergi dari ibunya, si ibu memanggil anaknya dan berkata, “anakku!! Ikutilah ranting-ranting yang ibu buang tadi disepanjang jalan agar kamu tidak tersesat . . hati-hati di jalan nak!! Ibu sayang kamu . .” Tiba-tiba suasana menjadi begitu hening. Sejenak anak ini terdiam. Mata anak ini berlinang karena terenyuh sekali dengan apa yang dikatakan ibunya. Tak lama, anak ini bersujud minta maaf dan dia membatalkan niat untuk membuang ibunya. Tangis haru menyelimuti hutan tersebut dan si anak membawa ibunya pulang kembali.
Sesungguhnya “Sejahat-jahatnya anak, ibunya tidak akan membiarkan anaknya menderita”
Arti Mahasiswa Dimata Masyarakat
Pada suatu hari ada seorang mahasiswa baru IPB yang memang benar-benar berniat masuk IPB. Dia masuk tanpa sepeser pun uang, tapi dengan bekal ilmu dan keberanian yang dia miliki. Memang bisa dibilang dia berasal dari keluarga yang tidak mampu, tapi dengan niatnya yang begitu bulat itu, dia bisa memperoleh apa yang dia inginkan. Sebuah niat yang bulat adalah nilai terkecil yang sangat penting. Kecil bukan berarti tidak berharga, tapi justru lebih berharga dari emas-emas yang dijual di Pasar.
Awal masuk pembelajaran, dia dijuluki si “Seragam Tanpa Nama”. Mengapa demikian? Karena sifatnya yang pendiam membuat orang lain kurang mengenalinya. Mungkin dia tidak bisa begitu cepat beradaptasi dengan sekelilingnya, bahkan kegiatan-kegiatan kampus pun dia tidak pernah mengikutinya. Hingga suatu ketika, dia pergi ke suatu daerah terpencil di kota Ciamis untuk melakukan penelitian. Mahasiswa ini merasa aneh dengan perlakuan-perlakuan warga daerah tersebut. Di sana mahasiswa ini diperlakukan dengan baik, mulai dari makan, minum, bahkan tempat tinggal pun disediakan begitu istimewa. Lalu mahasiswa itu bertanya kepada warga, “Mengapa saya diperlakukan istimewa di tempat ini??”. Salah seorang penduduk menjawab, “karena kamu adalah MAHASISWA!, kami hanya menggantungkan harapan kepadamu sebagai mahasiswa. Mudah-mudahan kamu bisa mengubah hidup kami yang serba kekurangan ini.” Hati mahasiswa ini tersentuh sekali mendengar ucapan salah satu warga penduduk. Dan mulai dari sinilah mahasiswa tadi beranjak menjadi lebih baik . . .
Yang tadinya pendiam, jadi berkesan . .Yang tadinya pemalu, jadi menggebu . .dan Yang tadinya penakut, jadi penyalut . .
Sungguh hebat perjuangan mahasiswa yang bisa mengubah hidupnya dan hidup orang lain menjadi lebih baik.
Awal masuk pembelajaran, dia dijuluki si “Seragam Tanpa Nama”. Mengapa demikian? Karena sifatnya yang pendiam membuat orang lain kurang mengenalinya. Mungkin dia tidak bisa begitu cepat beradaptasi dengan sekelilingnya, bahkan kegiatan-kegiatan kampus pun dia tidak pernah mengikutinya. Hingga suatu ketika, dia pergi ke suatu daerah terpencil di kota Ciamis untuk melakukan penelitian. Mahasiswa ini merasa aneh dengan perlakuan-perlakuan warga daerah tersebut. Di sana mahasiswa ini diperlakukan dengan baik, mulai dari makan, minum, bahkan tempat tinggal pun disediakan begitu istimewa. Lalu mahasiswa itu bertanya kepada warga, “Mengapa saya diperlakukan istimewa di tempat ini??”. Salah seorang penduduk menjawab, “karena kamu adalah MAHASISWA!, kami hanya menggantungkan harapan kepadamu sebagai mahasiswa. Mudah-mudahan kamu bisa mengubah hidup kami yang serba kekurangan ini.” Hati mahasiswa ini tersentuh sekali mendengar ucapan salah satu warga penduduk. Dan mulai dari sinilah mahasiswa tadi beranjak menjadi lebih baik . . .
Yang tadinya pendiam, jadi berkesan . .Yang tadinya pemalu, jadi menggebu . .dan Yang tadinya penakut, jadi penyalut . .
Sungguh hebat perjuangan mahasiswa yang bisa mengubah hidupnya dan hidup orang lain menjadi lebih baik.
Langganan:
Postingan (Atom)