Pada suatu hari ada seorang mahasiswa baru IPB yang memang benar-benar berniat masuk IPB. Dia masuk tanpa sepeser pun uang, tapi dengan bekal ilmu dan keberanian yang dia miliki. Memang bisa dibilang dia berasal dari keluarga yang tidak mampu, tapi dengan niatnya yang begitu bulat itu, dia bisa memperoleh apa yang dia inginkan. Sebuah niat yang bulat adalah nilai terkecil yang sangat penting. Kecil bukan berarti tidak berharga, tapi justru lebih berharga dari emas-emas yang dijual di Pasar.
Awal masuk pembelajaran, dia dijuluki si “Seragam Tanpa Nama”. Mengapa demikian? Karena sifatnya yang pendiam membuat orang lain kurang mengenalinya. Mungkin dia tidak bisa begitu cepat beradaptasi dengan sekelilingnya, bahkan kegiatan-kegiatan kampus pun dia tidak pernah mengikutinya. Hingga suatu ketika, dia pergi ke suatu daerah terpencil di kota Ciamis untuk melakukan penelitian. Mahasiswa ini merasa aneh dengan perlakuan-perlakuan warga daerah tersebut. Di sana mahasiswa ini diperlakukan dengan baik, mulai dari makan, minum, bahkan tempat tinggal pun disediakan begitu istimewa. Lalu mahasiswa itu bertanya kepada warga, “Mengapa saya diperlakukan istimewa di tempat ini??”. Salah seorang penduduk menjawab, “karena kamu adalah MAHASISWA!, kami hanya menggantungkan harapan kepadamu sebagai mahasiswa. Mudah-mudahan kamu bisa mengubah hidup kami yang serba kekurangan ini.” Hati mahasiswa ini tersentuh sekali mendengar ucapan salah satu warga penduduk. Dan mulai dari sinilah mahasiswa tadi beranjak menjadi lebih baik . . .
Yang tadinya pendiam, jadi berkesan . .Yang tadinya pemalu, jadi menggebu . .dan Yang tadinya penakut, jadi penyalut . .
Sungguh hebat perjuangan mahasiswa yang bisa mengubah hidupnya dan hidup orang lain menjadi lebih baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar